Diketahuikeluarga Widjaja memiliki kekayaan bersih di tahun 2021 sebesar USD9,7 miliar. 3. Anthony Salim. Koleksi saham orang terkaya di Indonesia selanjutnya yakni milik Anthony Salim. Konglomerasi Grup Salim tersebut memiliki gurita bisnis yang cukup menjamur. Ia pun mampu menghasilkan pundi-pundi rupiahnya dari beberapa koleksi saham yang Dengangelarnya sebagai orang terkaya di dunia, peringkat miliuner terbaru Forbes menunjukkan Elon Musk memiliki kekayaan bersih sebesar USD 219 miliar. Adapun mantan istri Jeff Bezos, yakni MacKenzie Scott, yang juga seorang miliuner yang telah menyumbangkan sebagian besar kekayaannya ke berbagai organisasi. Jakarta Batamnews - Elon Musk saat ini masih memegang singgasana orang terkaya di dunia. Berdasarkan laporan Forbes Real Time Billionaire, PengedarSabu di Tanjungpinang Divonis 6,5 Tahun Penjara Rahma Minta PLN Permudah Warga Pasang Meteran Baru Simpan Ganja dalam Kulkas, 5 Orang Terkaya di Indonesia, Semua Orang Terkejut Baca Nomor 1. Redaksi. 20 Mei 2018 20 Mei 2018. BAROMETERRAKYAT.COM. Menjadi orang yang kaya bisa jadi merupakan impian bagi beberapa orang. Miao Hangen menjadi orang terkaya di dunia saat ini dari China. Ia adalah Ketua Shenghong Holding Group Co. Ltd. dan Sekretaris Komite Partai, juga Ketua Jiangsu Eastern Shenghong Co., Ltd., yang merupakan perusahaan terdaftar di China. Total kekayaannya menurut Forbes mencapai USD5,6 miliar (Rp80,5 triliun). Selama11 tahun berturut-turut, pemilik Bank BCA dan perusahaan rokok Djarum Kudus menjadi orang terkaya di Indonesia. Keduanya memiliki harta sebesar Rp 522,2 triliun, hampir seperempat APBN 2020. Namun, justru Prajogo Pangestu, pemilik PT Barito Pasific paling bersinar. Kekayaannya melesat hingga 150 persen, sehingga melejitkannya dari urutan 10 tahun 2018 menjadi ketiga dalam daftar 50 orang terkaya di tanah air tahun ini. . Batam - Provinsi Kepulauan Riau Kepri memiliki beragam destinasi wisata yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Salah satunya berlokasi di Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepri. Kota Tanjungpinang dikenal dengan kota yang memiliki hawa sejuk dan suasana yang tenang. Baik dari segi sosial maupun lingkungannya. Bahkan, banyak yang tidak menyadari bahwa kota ini merupakan ibu kota provinsi. Apalagi memiliki penduduk jauh lebih sedikit daripada Kota Batam. Destinasi di kawasan tersebut bermacam-macam, mulai dari destinasi religi, alam, budaya dan lainnya. Jika dari Kota Batam pengunjung menempuh jarak 1 jam dengan menggunakan kapal ferry. Setiap satu orang harus membayar ongkos lebih kurang Jika hendak ke Tanjungpinang, bisa melalui dua jalur laut dan jalur udara. Jalur laut melalui Pelabuhan Punggur ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Tetapi kalau pengunjung membawa kendaraan harus naik kapal di Pelabuhan Roro Punggur menuju Pelabuhan Roro Tanjung Uban. Setelah itu pengunjung tinggal melanjutkan perjalanan ke Tanjungpinang. Jika melewati jalur udara, satu-satunya bandara di ibu kota ini adalah Bandara Internasional Bandara Raja Ali Haji Fisabilillah. Bandara ini berada tidak jauh dari pusat kota Tajungpinang. Setelah sampai di Tanjungpinang, pengunjung bisa menikmati beberapa destinasi. Berikut 15 destinasi wisata di Kota Tanjungpinang. Peserta mengikuti Final Lomba Perahu Jong dalam rangkaian Festival Pulau Penyengat yang berlangsung hingga 24 Februari mendatang, di Dermaga Kampung Bulang, Kepulauan Riau, 21 Februari 2016. ANTARA FOTOPulau PenyengatPulau penyengat, destinasi wisata yang paling terkenal di Kota Tanjungpinang. Jika Anda sampai di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang pulau tersebut tampak di sebelah kanan pelabuhan. Pulau penyengat adalah destinasi budaya dan religi. Bahkan cerita sejarah yang terdapat di pulau tersebut menjadi perhatian dunia. Pulau Penyengat merupakan salah satu warisan budaya UNESCO di Sumatera. Pulau DompakBerada di provinsi kepulauan, tentu tidak lepas ibu kota ini memiliki wisata pulau. Selain Penyengat, terdapat juga Pulau Dompak. Pulau ini dihubungkan oleh jembatan. Pulau Dompak dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Di kawasan ini terdapat kantor Gubernur Kepri, DPRD Kepri, beberapa dinas terkait, dan lainnya. Jika ingin mengurus administrasi Anda harus menyebrang ke pulau tersebut. Mulai dari jembatan hingga ikon-ikon yang terdapat di pulau tersebut sering dijadikan tempat berwisata oleh wisatawan. Pantai Tanjung Siambang Dompak menjadi tempat bersantai warga Tanjungpinang, ibu kota Kepri. TEMPO/Yogi Eka Sahputra Pulau SenggarangPulau Senggarang hampir sama seperti Pulau Penyengat. Bila Pulau Penyengat dengan berbudaya muslim sedangkan untuk Pulau Senggarang adalah permukiman warga Tionghoa. Pulau Senggarang berseberangan dengan Tanjungpinang dan sangat cocok untuk Anda, yang ingin mencari ketenangan atau jauh dari suasana Raya Sultan RiauMasjid ini berada di Pulau Penyengat. Salah satu ikon wisata religi yang terkenal adalah Masjid Raya Sultan Riau - yang konon dindingnya terbuat dari putih telur. Selain itu masjid ini juga menyimpan berbagai peninggalan sejarah, mulai dari Alquran besar yang bertulis tangan, hingga peninggalan lainnya. Ketika sampai di Pulau Penyengat pengunjung disuguhkan dengan pemandangan masjid yang berwarna khas Melayu, kuning dan hijau. Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat. Foto Masjid Raya DompakMasjid satu ini dibangun setelah Pulau Dompak difungsikan. Ketika hendak menyeberang ke Pulau Dompak, pengunjung disuguhkan dengan kemegahan masjid tersebut. Jika anda berada di halaman Masjid Raya ini, terdapat pemandangan luas. Melihat kota Tanjungpinang sebagian bisa melalui masjid tersebut. Vihara Seribu Wajah Patung SeribuVihara Seribu Wajah atau sering disebut patung seribu juga menjadi destinasti favorit di Tanjungpinang. Destinasi ini juga menjadi tempat berlibur beberapa artis yang pernah datang ke Tanjungpinang. Atraksi utama vihara ini berupa deretan patung yang bersusun rapi. Patung-patung membentuk pemandangan yang indah dan langka. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva berada di sebelah barat Kota Tanjungpinang. Berajak 20 menit dari pusat kota. Vihara Terbesar Asia Tenggara Avalokitesvara GrahaVihara ini disebut sebagai vihara terbesar se-Asia Tenggara. Dibangun oleh sebuah yayasan komunitas Tionghoa di Tanjung Pinang, untuk dijadikan sebagai tempat memperdalam ilmu agama, berguru dan belajar para bhiksu dan sangha. Vihara ini sering dikunjungi wisatawan dari Cina, Singapura, dan 500 patung Lohan di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva Bintan, Kepulauan Riau. Tempo/Francisca Christy Rosana Klenteng Sun TekongKelenteng Budha Sun Te Kong berada di pesisir Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Konon usianya diperkirakan sudah lebih dari 300 tahun, yang sekaligus menandakan bahwa hubungan antara etnis Tionghoa dengan Melayu sudah terjalin sejak Gongong RaksasaKota Tanjungpinang, terkenal dengan masakan lautnya yaitu siput gonggong. Ke Tanjungpinang, wisatawan selalu mencari makanan tersebut. Sehingga makanan itu dijadikan monumen sendiri, yaitu monumen gongong. Monumen tersebut berada di Laman Boenda Kota Tanjungpinang. Kawasan ini menjadi jendela kota. Berada tepat di samping pintu keluar Pelabuhan Sri Bintan Pura. Sejumlah peserta mengikuti lomba peragaan busana khas Melayu di rangkaian acara Festival Pulau Penyengat, 23 Februari 2016. Pakaian adat bagi wanita dikaitkan dengan fungsinya yaitu pakaian sebagai penutup malu, pakaian sebagai penjemput budi, dan pakaian sebagai penolak bala. ANTARA/Yudhi MahatmaTugu Pensil Kota Tanjungpinan memiliki berbagai macam monumen. Selain monumen gongong raksasa, terdapat juga monumen pensil. Atau yang sering disebut warga setempat Tugu ini adalah sebuah tugu yang dibuat sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan bagi Kepulauan Riau yang dapat membebaskan daerahnya dari buta huruf melalui program Pemberantasan Buta Huruf PBH pada tahun ini terletak di Jalan Haji Agus Salim dan disekitarnya diberi taman kota yang bernama Taman Tugu PensilTugu Proklamasi RiauMasyarakat Kota Tanjungpinang sangat menghargai sejarah. Beberapa kejadian penting dibuatkan tugu. Salah satunya tugu proklamasi. Tugu ini merupakan lokasi pertama kalinya dikibarkan bendera merah putih dan pembacaan teks proklamasi RI. Pantai Tanjung SiambangSelain memiliki destinasi budaya dan religi. Tanjungpiang juga tidak kalah mempesona untuk pemandangan pantainya. Salah satu, Pantai Tanjung Siambang, pantai ini berada di Pulau Dompak, tepatnya di belakang kantor Gubernur Kepri. Pantai ini menjadi tempat favorit masyarakat Tanjungpinang untuk menghabiskan hari libur. Selain memiliki pasir putih, pantai ini juga memiliki sunset yang mempesona. Peserta menunjukkan itik yang berhasil ditangkap dalam Lomba Nambat Itik saat Festival Pulau Penyengat di Dermaga Balai Adat Indera Perkasa, Kepulauan Riau, 21 Februari 2016. ANTARA/Yudhi MahatmaPantai ImpianPantai ini memiliki pemandangan yang berbeda. Tidak menawarkan pasir yang putih ataupun air yang jernih. Tetapi di pantai yang menghadap Pulau Dompak itu sering dikunjungi wisatawan hanya untuk wisata kuliner atau sekadar bersantai di tepi pantai. Di sepanjang pantai ini terdapat kedai kopi. Pengunjung sering menikmati pantai ini ketika sunset tiba. Pantai Impian atau terkadang disebut juga Pantai Bandar Pinang adalah sebuah pantai yang terletak di Kecamatan Tanjung Pinang Barat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan ini berada di Jalan Pantai Impian yang berdekatan dengan Jalan Wiratno. Di pantai ini, terdapat sebuah resor bernama Bintan Beach Resort Hotel dan sebuah rumah makan bernama Bandar Pinang Seafood Kantor Kerajaan MelayuKe Kota Tanjungpinang, anda akan menemukan banyak wisata sejarah dan budaya, terutama budaya Melayu. Peninggalan sejarah budaya Melayu masih tampak sampai saat ini. Salah satunya istana kantor yang terdapat di Pulau Penyengat. Gedung yang berbentuk rumah ini merupakan kantor atau tempat tinggal Raja TNI Hadi Tjahjanto ziarah ke Kompleks Makam Raja Hamidah Engku Puteri. TEMPO/Yogi Eka Sahputra Balai Adat Indra PerkasaBalai adat ini merupakan juga peninggalan sejarah melayu. Di balai inilah tamu disambut. Terdapat juga beberapa peninggalan budaya di dalam rumah tersebut. Sampai saat ini balai yang berada di Pulau Penyengat tersebut masih terawat. Beberapa acara besar sering dilaksanakan di Balai Adat Indra Perkasa. YOGI EKA SAHPUTRA Le tortang talong est un petit dĂ©jeuner ou dĂ©jeuner populaire aux Philippines, qui consiste Ă  Ă©craser une petite aubergine entiĂšre, et la faire frire Ă  la poĂȘle avec un oeuf battu. L’intĂ©rieur est moelleux et fondant, tandis que l’extĂ©rieur est gourmand et lĂ©gĂšrement croustillant. C’est sain, facile, et dĂ©licieux, surtout avec du ketchup ; Sous sa forme la plus simple, le plat se compose essentiellement d’aubergine et d’oeuf. Des variantes plus compliquĂ©es incorporent du porc hachĂ© et d’autres ingrĂ©dients. Je vous propose un entre-deux, simplement agrĂ©mentĂ© avec un peu d’oignon et de ciboule. Aux Philippines, les aubergines sont de variĂ©tĂ© fine et longue Ă  la peau violet clair, ce qu’on appelle souvent les aubergines chinoises ». Elles ont la peau plus fine et moins de graines que les aubergines de chez nous. Si vous en trouvez qui ne sont pas trop grandes, disons une vingtaine de cm de long, ce sera le plus authentique. J’en ai trouvĂ© l’autre jour au stand bio du marchĂ© d’Aligre ! Mais j’ai testĂ© aussi avec une aubergine de chez nous, et ça fonctionne, mĂȘme s’il est un peu plus difficile d’écraser finement tout en gardant l’intĂ©gritĂ© structurelle de la chose. J’ai perdu un peu de chair au passage, ce qui n’est pas bien grave, je l’ai incorporĂ©e Ă  un autre plat. Il faut quand mĂȘme choisir des aubergines petites, ou au pire on peut couper une partie. Le tortang talong est presque toujours servi avec du ketchup, en particulier du ketchup de banane, un condiment dont les Philippins raffolent. Pas une tomate en vue dans la liste des ingrĂ©dients, comme le nom l’indique elle est remplacĂ©e par de la banane. Et pourtant, d’aprĂšs tous les tĂ©moignages que j’ai trouvĂ©s je n’ai pas eu l’occasion de goĂ»ter, le goĂ»t ressemble Ă  s’y mĂ©prendre Ă  du ketchup normal, juste un peu plus sucrĂ©. Comment est-ce possible ? En fait, si on fait attention, on se rend compte que le ketchup n’a pas vraiment un goĂ»t de tomate non plus. On sent surtout le vinaigre et les Ă©pices. Conclusion du ketchup classique fera trĂšs bien l’affaire ! Il y a tout de mĂȘme une histoire intĂ©ressante qui se cache derriĂšre le ketchup de banane. Il aurait Ă©tĂ© inventĂ© par une certaine MarĂ­a Orosa, dĂ©crite comme spĂ©cialiste en gĂ©nie alimentaire, chimiste, humanitaire, et hĂ©roĂŻne de guerre. Rien que ça ! Elle eut l’idĂ©e d’utiliser des bananes, qui poussent abondamment aux Philippines, pour remplacer les tomates importĂ©es, et ainsi contribuer Ă  la souverainetĂ© alimentaire du pays. MarĂ­a Orosa est Ă©galement connue pour avoir inventĂ© le Soyalac », une boisson protĂ©inĂ©e, et les Darak », des biscuits riches en vitamine B1, qui auraient permis de sauver des milliers de vies pendant la seconde guerre mondiale. Source cette recette est tirĂ©e de la chaĂźne Youtube Living in the Moment . Recette de tortang talong Omelette d'aubergine des Philippines Pour 2 personnes Temps total 1h IngrĂ©dients 2 aubergines plutĂŽt petites, de prĂ©fĂ©rence aubergines chinoises pas trop longues, vers 150 g piĂšce1 2 oeufs 1⁄4 d’oignon rouge environ 30 g 1 tige de ciboule ou verts d’oignon facultatif 20 g de fĂ©cule de maĂŻs facultatif, pour un extĂ©rieur croustillant sel et poivre finement moulu huile ketchup de banane ou ketchup classique, pour servir Instructions Faites cuire les aubergines idĂ©alement au barbecue, pour obtenir un petit goĂ»t fumĂ© caractĂ©ristique, ou simplement au four prĂ©chauffĂ© Ă  180°C, jusqu’à ce qu’elles soient entiĂšrement molles. Au four cela peut prendre 45-60 minutes pour des grosses aubergines françaises, pour des aubergines chinoises comptez environ 30 minutes. Passez les aubergines sous l’eau pour les refroidir un peu et enlevez la peau avec les mains elle doit se dĂ©coller presque toute seule. Écrasez dĂ©licatement les aubergines appuyez le plat d’une fourchette en bougeant de la tige de l’aubergine vers la pointe, de façon rĂ©pĂ©tĂ©e, jusqu’à ce qu’elle soit bien fine mais se tienne encore. Sur la photo la fourchette est dans l’autre sens, car je tiens l’appareil photo de la main droite! Si vos aubergines sont un peu trop grosses, une partie de la chair peut se dĂ©tacher, gardez-la pour une autre recette. PrĂ©parez les omelettes une par une. Cassez un oeuf dans une assiette creuse. Si vous souhaitez un tortang talong plus croustillant, ajoutez 10 g de fĂ©cule de maĂŻs moins traditionnel. Ajoutez Ă©galement une grosse pincĂ©e de sel et de poivre fin, un peu d’oignon rouge et de ciboule et mĂ©langez bien. Trempez l’aubergine dans le mĂ©lange, d’un cĂŽtĂ© puis de l’autre. Faites chauffer un gĂ©nĂ©reux fond d’huile au moins 2 - 3 c. Ă  soupe dans une grande poĂȘle antiadhĂ©sive1, et ajoutez dĂ©licatement l’aubergine. Versez le reste d’oeuf par dessus. Un peu d’oeuf va probablement s’étaler autour, vous pouvez le ramener vers l’aubergine. Faites cuire 2 - 3 minutes de chaque cĂŽtĂ© jusqu’à ce que l’oeuf soit bien dorĂ©. RĂ©pĂ©tez avec les autres aubergines. Servez chaud avec une bonne dose de ketchup, et Ă©ventuellement du riz, ou en accompagnement d’un plat de viande. Vous avez fait la recette ? Dites-moi ce que vous en avez pensĂ© en laissant une note ou un commentaire. ilustrasi minyak goreng via detikcom - Hampir semua merek minyak goreng tersedia di Tanjungpinang, meskipun kini kondisi harganya tanpa subsidi menyusul kelangkaan terus menerus. Warga mengeluhkan harga melonjak, meskipun pasokan mulai tersedia. Bahkan, di Jawa mengular antrean beli minyak goreng. Merek-merek tadi, untuk sebagian, pabrikan kelompok usaha konglomerat di Tanah Air. Pendeknya, meskipun telah konglomerat, mereka tetap mencari duit di Tanjungpinang. Siapa? Isu minyak goreng menjadi isu nasional lantaran Indonesia produsen terbesar minyak sawit crude palm oil/CPO di dunia. CPO, seperti ekstrasi, banyak digarap konglomerat di Tanah Air. Seperti dilansir Indonesia mencatat sejumlah orang kaya raya alias konglomerat berkecimpung di bisnis minyak goreng. Sebagian besar merek minyak goreng mereka familiar di telinga ibu-ibu rumah tangga, termasuk di Tanjungpinang. Keluarga Widjaja Keluarga tajir lewat kelompok usaha Sinar Mas Group. Anak-anak Eka Tjipta Widjaja, sang patron, memiliki perusahaan produsen minyak goreng terbesar di Tanah Air, Filma. Dalam laporan Forbes, diperkirakan Keluarga Widjaya memiliki kekayaan 9,7 miliar dolar AS, Rp 138,71 triliun. Bermodal kekayaan sebesar itu, Forbes menobatkan Keluarga Widjaja sebagai orang terkaua kedua di Tanah Air. Anthony Salim Anthony Salim merupakan bos dari Grup Salim, dengan pendirinya Sudono Salim alias Om Liem. Salim termasuk konglomerat di Tanah Air. Anthony Salim, lewat Grup Salim, memiliki Indofood. Lini bisnis mereka termasuk minyak goreng melalui Indofood Agri Resources Ltd, publik mengenalnya dengan merek Bimoli. Dalam laporan Forbes, kekayaan Anthony Salim diperkirakan 8,5 miliar dolar AS, setara Rp 121,55 triliun sekaligus menjadi ornag terkaya ketiga di Tanah Air. Bachtiar Karim Bachtiar Karim, bos Grup Musim Mas, memiliki bisnis sawit terbesar di Indonesia. Perusahaan dia memproduksik beberapa merek minyak goreng, termasuk Sunco. Bachtiar anak pertama dari empat bersaudara keturunan Anwar Karim. Menurut Forbes, kekayaannya diperkirakan 3,5 miliar dolar AS, setara Rp 50 triliun. Dia tercatat orang terkaya urutan ke-10 di Tanah Air. Martuar Sitorus Publik mengenal Martuar Sitorus sebagai bos Wilmar, produsen minyak goreng Fortune dan Sania. Kekayaan dia ditaksir 2,9 miliar dolar AS setara Rp 41 triliun. Sukanto Tanoto Kerajaan bisnis Sukanto Tanoto, sebagian berlokasi di Riau, dan dia dikenal pemilik dan Royal Golden Eagle International. Dia berbisnis di industri sawit melalui Asian Agri dan Apical serta memproduksi minyak goreng merek Camar. Kekayaan Tanoto ditaksir 2,3 miliar dolar AS. * 7 Wisata Tanjung Pinang Terbaik, Recommended! 7 Wisata Tanjung Pinang Terbaik, Recommended! – Indonesia punya segudang destinasi wisata yang tidak mengenal batas. Yakni mulai dari wisata dengan nuansa alam, hingga wisata yang diperuntukkan bagi keluarga & ramah anak. Kita dapat menjumpai wilayah yang kini dikelola oleh pihak pemerintah untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan wisata yang patut dikunjungi, serta untuk mendukung ekonomi warga setempat. Kamu sedang mencari inspirasi destinasi wisata liburan? Bagaimana dengan perjalanan ke Tanjung Pinang? Destinasi wisata yang dijamin tidak kalah seru dengan wisata di kota lain! Terdapat banyak spot wisata yang berlokasi Tanjung Pinang, di mana menarik perhatian semua orang dan wisatawan. Banyak pesona kecantikan alam di Tanjung Pinang yang tidak boleh kamu lewatkan. 1. TRC Mangrove TRC Mangrove adalah resort yang menyuguhkan pesona wisata pantai dan kawasan bakau yang eksotis. Para wisatawan bisa menyusuri jembatan kayu serta berburu foto dengan latar belakang fotografi yang instagramable. Selain itu, kamu juga bisa menjumpai hewan yang hidup di sekitar kawasan bakau, seperti spesies burung. Mencapai spot wisata yang unik ini tentu membutuhkan sedikit perjuangan yang tak mudah. Kamu akan menemui akses jalan yang cukup menantang. Namun dengan keindahan yang ditawarkan, itu akan sepadan. Itu sebabnya spot TRC Mangrove ini begitu tidak pernah sepi dari sorotan wisatawan. Rasakan wisata religi dengan arsitektur ala Tiongkok di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva. 2. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva Bosan dengan wisata yang begitu-begitu saja? Maka tidak dengan yang ini, yang mana menawarkan daya tarik yang cukup besar bagi kalangan wisatawan. Coba kunjungi salah satu spot wisata religi yang bikin kamu terkesan, ya Vihara Ksitigarbha Bodhisattva adalah jawabannya. Tempat ini merupakan spot wisata religi yang ramai oleh pengunjung. Saat kamu berkunjung ke Tanjung Pinang, jangan lupa untuk luangkan waktumu untuk berkunjung ke sini. Sebab selain digunakan sebagai tempat ibadah bagi warga Buddhis, vihara ini menjadi magnet umum di Tanjung Pinang. Hal ini karena konsep bangunannya yang unik dan memberikan kesan religius. Jangan khawatir, vihara ini terbuka bagi umum, tidak terbatas pada pemeluk agama tertentu. Apabila kamu mendatangi vihara ini, kamu akan merasa layaknya di film kolosal Tiongkok. Sebab dengan arsitektur bangunan dan ada 500 patung yang dipajang di pelataran vihara, membuat kesan Chinese begitu terasa. Semua patung tersebut adalah hibah dari seorang businessman Tiongkok yang namanya terukir pada deskripsi patung tersebut. BACA JUGA WISATA SABANG PENUH PESONA UJUNG INDONESIA! 3. Monumen Gonggong Raksasa Bangunan yang cukup terkenal di Tanjung Pinang adalah Monumen Gonggong Raksasa yang terletak di dekat Taman Laman Bunda Tepi laut. Magnet wisata di sini adalah arsitektur gedung yang bentuknya menyerupai hewan khas di tanjung Pinang. Keindahan bangunan ini bisa kamu abadikan dari berbagai angle, yakni dengan mengambil foto yang indah epic. Kamu bisa berburu foto dengan latar belakang tulisan “Love Kota Tanjung Pinang”. Gurun Pasir Busung, solusi pemandangan gurun & oase yang ada di dalam negeri! 4. Wisata Tanjung Pinang Gurun Pasir Busung Apa yang ada di pikiran kamu ketika ingat mengenai gurun? Tentu sebuah kawasan yang dipenuhi dengan lanskap pasir sejauh mata melihat. Kamu ingin menikmati pesona ini, tapi tak ingin pergi jauh ke Timur Tengah? Jangan khawatir, sebab kamu dapat mengunjungi kawasan wisata di Tanjung Pinang ini, yaitu Danau Biru atau Gurung Pasir Busung. Tempat wisata ini lokasinya amat strategis, sebab dikelilingi oleh pegunungan pasir yang cukup luas. Di sana kamu tentu akan melihat hamparan gurun dengan tekstur seperti padang pasir, serta danau kecil yang berada di tengahnya. Tentu ini dapat dijadikan spot artistik untuk foto-foto yang instagramable, sebagai koleksi media sosial kamu. Kalau merasakan panas, pakailah baju casual saja agar tetap nyaman dan tidak terasa lengket. Tiket masuk untuk mengunjungi kawasan wisata ini tidak mahal kok. Pengunjung mesti merogoh kocek cuma Rp saja per orang. 5. Tanjung Siambang Pantai Tanjung Siambang ini kerap disebut juga sebagai Pantai Sri Arjana oleh warga sekitar. Lokasi ini tidak diketahui secara masif oleh masyarakat, sehingga suasana di sana masih terkesan asri dan alami. Kamu akan menjumpai nuansa yang menenangkan dan menyejukkan. Pohon-pohonnya tumbuh subur, sehingga menambah kesyahduan kamu ketika berada di sini. Di sekitar pantai dapat dijumpai pohon dakau, pohon ketapang, pohon pinus serta pohon kelapa. BACA JUGA WISATA SABANG PENUH PESONA UJUNG INDONESIA! 6. Wisata Tanjung Pinang Pulau Penyengat Pulau Penyengat adalah destinasi yang Tanjung Pinang yang tergolong pada Daftar Situs Warisan Budaya Potensial oleh UNESCO. Spot wisata ini menjadi spot wisata unggulan ketika kamu berkunjung ke Tanjung Pinang, pastinya sayang untuk kamu lewatkan. Kawasannya berada di tengah laut, oleh karena itu kamu perlu menggunakan transportasi laut untuk menuju ke sini. Di samping menggunakan transportasi laut berupa perahu, kamu juga bisa memilih beberapa paket wisata. Biasanya, banyak paket wisata yang menyediakan paket tur ke Pulau Penyengat. Kira-kira apa saja yang akan kamu jumpai di sini? Kamu mesti akan merasa dibawa ke peradaban Melayu kuno, yang mana ada beberapa situs peninggalan sejarah yang cukup monumental. Sebut saja seperti Masjid Raya Sultan Riau, makam raja-raja Melayu, makam pahlawan nasional Raja Ali Haji, dan masih banyak yang lainnya. Pantai Trikora jadi destinasi wisata pantai di Tanjung Pinang, recommended! 7. Wisata Tanjung Pinang Pantai Trikora Bagi kamu yang ingin berkunjung ke wisata pantai yang wajib dicoba di Tanjung Pinang, tidak lain adalah Pantai Trikora menjadi rekomendasi utama. Di sini menyuguhkan pesona kecantikan alam yang menarik. Konon, nama pantai ini lahir melalui kunjungan turis luar negeri yang menyebutnya dengan Three Corral. Namun, penduduk di sana mengatakan bahwa sekarang kerap disebut dengan Pantai Trikora. Ketika kamu berkunjung ke sini, kamu dapat menikmati berbagai aktivitas pantai yang seru. Misalnya seperti snorkeling, berenang di tepian pantai, atau bahkan juga memancing di pantai berbatu. Pantai Trikora sendiri mempunyai pesona ekosistem bawah laut yang yang cenderung masih alami dan terjaga, sehingga jadi magnet wisata utama untuk dikunjungi. Kamu juga akan puas dengan kenyataan pasir putih, serta pohon nyiur yang berada di sekeliling pantai. Sebelum dimekarkan, Tanjungpinang adalah ibu kota Kabupaten Kepulauan Riau sekarang Kabupaten Bintan. Kota ini awalnya menjadi ibu kota Provinsi Riau yang meliputi Riau daratan dan kepulauan sebelum kemudian dipindahkan ke Pekanbaru. Kota tua ini kembali menjadi ibu kota provinsi saat Kepulauan Riau resmi pisah dari Riau pada 2002 berdasarkan UU 25/2002 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan memiliki usia tua, Tanjungpinang sebagai daerah otonom masih terhitung muda, tepatnya sejak 17 Oktober 2001 berdasarkan UU 5/2001 tentang Pembentukan Kota Tanjung Pinang. Sejak tanggal itu, Tanjungpinang baru bisa menata dirinya sendiri. Penataan itu antara lain memindahkan pusat pemerintahan dari kawasan lama di sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura ke kawasan Kota Tanjungpinang menetapkan hari jadinya pada tanggal 6 Januari 1784. Tanggal tersebut merupakan hari puncak perang Riau antara Kesultanan Riau-Lingga dan masa lalu, kota yang dikelilingi oleh beberapa pulau kecil seperti Pulau Dompak dan Pulau Penyengat ini pernah dijadikan pusat pemerintahan Kesultanan Melayu dan Kesultanan Riau-Lingga pada abad ke-18. Belanda juga pernah menjadikannya sebagai pusat keresidenan yang wilayahnya membentang dari Siantan di Laut Natuna hingga ke wilayah yang kini dikenal sebagai Riau dan Sumatera ini, Kota Tanjungpinang memiliki luas wilayah sebesar 239,5 km2 dengan jumlah penduduk mencapai jiwa pada 2020. Secara administratif, kota ini terdiri dari empat kecamatan dan 18 kelurahan. Sejak 2018, Tanjungpinang dipimpin oleh Wali Kota Rahma dan didampingi oleh Wakil Wali Kota Endang ini terkenal dengan sebutan “Kota Gurindam Dua Belas”, karena tidak terlepas dari keberadaan Pulau Penyengat, di mana bersemayam para Raja-Raja Riau. Salah satunya adalah Raja Ali Haji yang termasyur dengan karya sastranya “Gurindam Dua Belas”.Adapun visi Kota Tanjungpinang adalah “Tanjungpinang sebagai Kota yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera dalam Harmoni Kebhinekaan Masyarakat Madani”.Sejarah pembentukanTanjungpinang telah dikenal sejak lama. Posisinya yang strategis di Pulau Bintan menjadikan kota ini sebagai pusat kebudayan Melayu dan lalu lintas perdagangan. Catatan sejarah mengenai Kota Tanjungpinang tersebut dipaparkan dalam buku Citra Kota Tanjungpinang dalam Arsip yang diterbitkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia ANRI tahun 2015 dan sejumlah publikasi Tanjungpinang semakin dikenal pada masa Kerajaan Johor pada masa Sultan Abdul Jalil Syah yang memerintahkan Laksamana Tun Abdul Jamil untuk membuka suatu bandar perdagangan yang terletak di Pulau Bintan, tepatnya di Sungai Carang, Hulu Sungai Riau. Bandar yang baru tersebut menjadi bandar yang ramai yang kemudian dikenal dengan Bandar Riau. Peranan Tanjungpinang sangat penting sebagai kawasan penyangga dan pintu masuk Bandar pemerintahan pada masa itu menjadikan Bandar Riau merupakan bandar perdagangan yang besar dan bahkan menyaingi bandar Malaka yang masa itu telah dikuasai Portugis dan akhirnya jatuh ke tangan beberapa riwayat dikisahkan para pedagang yang semula ingin berdagang di Malaka, kemudian berbelok arah ke Riau. Bahkan, orang-orang Malaka membeli beras dan kain di Riau. Hal ini disebabkan Bandar Riau merupakan kawasan yang aman dengan harga yang relatif bersaing dengan bandar Malaka. Selain sebagai pusat perdagangan, Bandar Riau dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Johor-Riau. Beberapa kali pusat pemerintahan berpindah-pindah dari Johor ke Riau maupun Tanjungpinang semakin diperhitungkan pada peristiwa Perang Riau pada tahun 1782-1784 antara Kerajaan Riau dengan Belanda, pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Raja Haji Fisabilillah. Peperangan selama dua tahun ini mencapai puncaknya pada tanggal 6 Januari 1784 dengan kemenangan di pihak Kerajaan Melayu Riau yang ditandai dengan hancurnya kapal komando Belanda “Malaka’s Wal Faren” dan mendesak Belanda untuk mundur dari perairan beberapa bulan dari peristiwa tersebut, Raja Haji dan Pasukan Melayu Riau menyerang Malaka sebagai basis pertahanan Belanda di Selat Malaka. Akan tetapi, dalam peperangan tersebut, Pasukan Riau mengalami kekalahan dan Raja Haji sebagai komando perang wafat. Atas perjuangan itu, Raja Haji kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan tanggal 1 November 1784, terjadi penandatanganan kontrak antara Belanda yang diwakili oleh JP van Braam dan Sultan Mahmoet dari Riau. Perjanjian ini menetapkan Belanda mulai berkuasa di Kerajaan Melayu Riau semakin jelas sejak adanya Traktat London 1824 yang merupakan perjanjian tentang pembagian kekuasaan di Perairan Selat Malaka, dimana wilayah Riau-Lingga di bawah kekuasaan Belanda, sedangkan wilayah Johor-Pahang dan sebagian wilayah semenanjung dikuasai oleh peristiwa ini pulalah, yang memisahkan keutuhan kerajaan Riau-Johor-Pahang dan kemudian kerajaan ini dikenal dengan sebutan Riau-Lingga, dan Singapura yang kala itu di bawah Kerajaan Riau ditukar dengan Bengkulu yang kala itu di bawah Kerajaan tanggal 1 Juni 1874, sebuah armada pertempuran dari Batavia yang berkekuatan 6 kapal, 326 meriam dan prajuritnya berhasil memecahkan blokade Bugis atas Malaka. Pertempuran ini telah menewaskan pimpinan tertinggi Bangsa Bugis, yaitu Raja Haji yang telah berhasil mengumpulkan kekuatan diantara bangsa Bugis sendiri dan Melayu dalam usahanya mengusir Belanda atas pendudukan dikuasai Belanda, Tanjungpinang dijadikan sebagai pangkalan militer. Selanjutnya statusnya ditingkatkan menjadi pusat pemerintahan dari Residentie Riouw en Onderhoriheden yang meliputi Afdeeling Riouw Archipel dan Afdeeling Inderagiri, dengan residen pertamanya David Belanda menguasai wilayah Kerajaan Riau dan campur tangannya dalam kerajaan, Kerajaan Riau mengalami kemunduran. Puncaknya akibat Perjanjian Belanda-Riau 1911, Belanda menguasai seluruh wilayah Riau. Berkaitan dengan perjanjian tersebut, Sultan Riau hanya sebagai peminjam termasuk wilayah tambang timah Pulau Singkep. Pasal terakhir inilah yang ditentang oleh Sultan tersebut berujung pada pemecatan Sultan Riau oleh belanda pada tahun 1912. Sultan kala itu tidak mau menandatangani surat pemberhentian tersebut dan lebih memilih untuk pindah ke Singapura. Sejak saat itu, berakhirlah Kesultanan Riau-Lingga dengan dihapuskannya wilayah Riau-Lingga dari peta Keresidenan Belanda. Sementara keberadaan Tanjungpinang tetap menjadi daerah pusat Keresidenan Riouw en Onderhedingen. Hingga tahun 1942, Afdeeling Tanjungpinang terdiri dari onderafdeeling Tanjungpinag, Karimun, Lingga, dan Pulau tahun 1942-1945, keberadaan Belanda digantikan oleh Jepang. Saat itu, daerah di Kepulauan Riau menjadi bagian Syonanto yang terdiri dari to bekas controleur, yaitu Tanjungpinang, Tanjung Balai Karimun, Dabo Singkep, dan pejabat residen dipegang oleh G. Yagi eks anggota Pasukan Korps Elite Tentara Kuantung. Pada masanya G. Yagi mencegah usaha romusha untuk masyarakat Kepulauan Riau karena seimbangnya jumlah penduduk pribumi dan China. Mereka hanya sebagian saja yang ikut Heiho dan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Pemerintah Pusat hanya berjalan di tiga kabupaten di Keresidenan Riau, yaitu Pekanbaru, Bengkalis, dan Inderagiri. Hal ini karena Kepulauan Riau termasuk Tanjungpinang sudah diduduki oleh pengakuan kedaulatan 27 Desember 1949, terjadi serah terima daerah pendudukan kepada Republik Indonesia. Sesuai dengan UU 22/1948, keresidenan dihapuskan diganti kabupaten. Bekas keresidenan Riau dibagi menjadi empat kabupaten, yaitu Kampar, Bengkalis, Inderagiri, dan Kepulauan Riau yang beribu kota di Tanjungpinang. Kemudian berdasarkan UU 15/1949, bekas keresidenan Riau masuk dalam wilayah Provinsi Sumatera Tengah, dengan ibu kotanya di perkembangannya, sejak tahun 1983 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1983, Tanjungpinang berstatus sebagai kota administratif bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau, Provinsi Riau. Bersama dengan Dumai yang telah lebih dulu menjadi kota administratif pada tahun 1979, Tanjungpinang merupakan kota administratif kedua di Provinsi tahun 1957, berdasarkan UU Darurat 19/1957 dibentuk Provinsi Riau dengan ibu kotanya Tanjungpinang, yang kemudian diundangkan melalui UU 61/1958, dengan Gubernur pertamanya Mr. Amin, namun tahun 1960 ibu kota Provinsi Riau dipindahkan ke lama menjadi ibu kota Kabupaten Kepulauan Riau, melalui PP 31/1983 tanggal 18 Oktober 1983, Tanjungpinang ditetapkan sebagai Kota Administratif. Kemudian berdasarkan UU 5/2001, pada tanggal 21 Juni 2001, statusnya naik menjadi Kota Kota Tanjungpinang oleh Menteri Dalam Negeri Dan Otonomi Daerah Hari Sabarno, dilaksanakan secara serentak bersama 11 kota lainnya pada tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta. Tanggal peresmian Kota Tanjungpinang inilah yang dijadikan sebagai momen peringatan ulang tahun Kota Tanjungpinang sebagai kota pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang di pemukiman padat penduduk kemudian dipindahkan ke Senggarang bagian utara kota sebagai pusat pemerintahan. Hal ini dimaksudkan untuk mengimbangi kesenjangan pembangunan dan kepadatan pendudukan yang selama ini berpusat di Kota Lama bagian barat kota.Berdasarkan UU 25/2002 tentang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang ditetapkan menjadi ibu kota Provinsi Riau. Sekaligus momentum untuk kebangkitan Kota Tanjungpinang, setelah meredup dengan pemindahan ibu kota Provinsi Riau ke Pekanbaru dan adanya penetapan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan RAZIANTO MADAPelancong asing pelesir ke Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Masjid itu salah satu peninggalan Kesultanan Riau-Lingga yang ibu kotanya berpindah beberapa kali di Kepulauan Tanjungpinang berada di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dengan letak geografis berada pada 0o 51’ sampai dengan 0o 59’ Lintang Utara dan 104o 23’ sampai dengan 104o 34’ Bujur batas-batas wilayah Kota Tanjungpinang adalah Kecamatan Teluk Bintan dan Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan di sebelah Utara; Kecamatan Mantang dan Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan di sebelah Selatan; Kecamatan Galang, Kota Batam, dan Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan di sebelah Barat; dan Kecamatan Bintan Timur dan Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan di sebelah wilayah Kota Tanjungpinang mencapai 239,50 km2. Wilayah Kota Tanjungpinang terdiri dari sembilan pulau baik pulau besar dan kecil yang merupakan daerah dengan dataran landai di bagian pantai. Topografinya bervariasi dan bergelombang dengan kemiringan lereng berkisar dari 0-2 persen hingga 40 persen pada wilayah pegunungan. Sedangkan ketinggian wilayah pada pulau-pulau yang terdapat di Kota Tanjungpinang berkisar antara 0-50 meter di atas permukaan laut hingga mencapai ketinggian 400-an meter diatas permukaan umumnya daerah Kota Tanjungpinang beriklim tropis basah, dengan temperatur berkisar antara 18-30 derajat celcius. Rata-rata kelembaban udara sekitar 86 persen, sedangkan yang tertinggi mencapai sekitar 99 persen dan terendah sekitar 58 kepulauan di Kota Tanjungpinang mempunyai curah hujan cukup dengan iklim basah, berkisar antara 2000-2500 mm/tahun. Rata-rata curah hujan per hari sekitar 17,0 milimeter dengan jumlah hari hujan sekitar 16 hari per sungai yang mengalir di Kota Tanjungpinang antara lain Sungai Gugus, Sungai Terusan, Sungai Papah, Sungai Senggarang, Sungai Sei Payung, dan Sungai Dompak. Selain sebagai saluran drainase, sungai yang cukup besar dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi penduduk kota dan ditetapkan sebagai kota administratif hingga kini, Tanjungpinang telah dipimpin oleh tujuh kepala daerah. Wali Kota administratif pertama adalah Asmuni Hasymi yang menjabat selama dua tahun 1983-1985. Kemudian dilanjutkan oleh Muhammad Sani yang menjabat selama 10 tahun dari tahun 1985 hingga 1995. Dilanjutkan oleh Andi Rivai Siregar 1993-1995, dan Suryayati Abdul Manan 1995-2000.Setelah resmi dibentuk sebagai kota baru pada tanggal 17 Oktober 2001, Kota Tanjungpinang dipimpin oleh pejabat wali kota Suryatati A Manan selama lima tahun 1995-2000. Selanjutnya Suryatati A. Manan menjabat Wali Kota Tanjungpinang dari 2001 hingga di Kota Tanjungpinang diteruskan oleh Wali Kota Lis Darmansyah selama lima tahun 2013-2018. Kemudian Wali Kota Tanjungpinang dijabat oleh Syahrul yang terpilih dalam Pilkwako tahun 2018 dengan meraih suara, mengalahkan petahana Lis Darmansyah yang hanya meraih pada tahun 2020 lalu, Syahrul meninggal dunia sehingga sisa masa jabatan Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2023 diteruskan oleh Rahma yang sebelumnya menjabat sebagai wakil wali kota Tanjungpinang. Pada 28 Juni 2021, terpilih wakil wali kota Tanjungpinang Endang Abdullah yang telah dilantik oleh Gubernur Kepulauan Kepri, Ansar administratif, Kota Tanjungpinang terdiri dari empat kecamatan dan 18 kelurahan serta 166 RW dan 673 RT. Keempat kecamatan itu adalah Kecamatan Bukit Bestari, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Tanjungpinang mendukung jalannya pemerintahan, Kota Tanjungpinang pada tahun 2020 memiliki Pegawai Negeri Sipil PNS sebanyak orang yang terdiri dari pegawai laki-laki 38,90 persen dan pegawai perempuan 61,10 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56,91 persen di antaranya berpendidikan SAMSURIGubernur Riau H. Imam Munandar melantik Asmuni Hasmy SH sebagai Wali Kota Administratif Tanjungpinang pada hari Senin pagi, 27 Desember 1983 di politik di Kota Tanjungpinang tecermin dari perolehan kursi yang diraih partai politik parpol. Selama tiga kali penyelenggaraan pemilihan umum di Kota Tanjungpinang, perolehan kursi parpol lebih didominasi oleh parpol yang mengusung ideologi Pemilu 2009, PDI-P memperoleh kursi terbanyak, yakni empat kursi. Kemudian Demokrat, Golkar, PAN, dan PKS masing-masing meraih tiga kursi. PIB dan PPP mendapatkan dua kursi. Sedangkan PDK, PKNU, Hanura, PKPB, dan PDP masing-masing meraih satu Pemilu 2014, partai berlambang banteng moncong putih, PDI-P, masih mendominasi perolehan kursi di DPRD Kota Tanjungpinang dengan meraih tujuh kursi. Disusul Golkar dan Hanura masing-masing memperoleh empat kursi. Demokrat, Gerindra, dan PKS masing-masing mendapatkan tiga kursi. Sedangkan PAN, Partai Persatuan, dan PKPI masing-masing meraih dua di Pemilu 2019, peta perpolitikan di Kota Tanjungpinang masih didominasi PDI-P bersama Golkar. Kedua partai tersebut masing-masing meraih lima kursi dari 30 kursi tersedia. Kemudian diikuti Nasdem dengan empat kursi; Gerindra dan PKS masing-masing memperoleh tiga kursi serta PPP, PAN, Hanura, Demokrat, dan PKB masing-masing mendapatkan dua RYADIEmil Salim banyak menggunakan pendekatan pribadi pada kampanye. Selain bisa mengetahui isi hati mereka, pendidikan politik bisa diberikan. Tampak Emil Salim sedang berbincang-bincang dengan para penarik "becak air" di Tanjung Kota Tanjungpinang menurut sensus penduduk tahun 2020 sebanyak yang terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak orang dan penduduk perempuan sebanyak Dengan proporsi tersebut, sex ratio nilainya diatas 100 yaitu sebesar 102. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap 100 penduduk perempuan ada 102 penduduk laki-laki di Kota penduduk dalam piramida penduduk Kota Tanjungpinang terlihat kelompok usia 35-39 tahun lebih menonjol dibanding kelompok usia lainnya. Proporsi usia produktif sebesar 69,09 persen dari total penduduk. Sementara proporsi penduduk yang berusia di bawah 15 tahun sebanyak 26,06 persen, dan proporsi penduduk usia lanjut 65 tahun ke atas hanya sebesar 4,85 Tanjungpinang didominasi oleh Suku Melayu yang merupakan penduduk asli dan kelompok suku bangsa yang dominan di Tanjungpinang. Selain itu, terdapat pula suku Bugis dan Tionghoa yang sudah ratusan tahun berbaur dengan suku Melayu dan menjadi penduduk tetap semenjak zaman Kesultanan Johor Riau dan Residentie Bugis awalnya menetap di Kampung Bugis dan suku Tionghoa banyak menempati jalan Merdeka dan Pagar Batu. Sedangkan suku Jawa mulai ramai mendatangi Tanjungpinang pada tahun 1960. Pemukiman awal suku Jawa terletak di Kampung yang digunakan di Tanjungpinang adalah bahasa Melayu klasik. Bahasa Melayu di kota ini hampir sama dengan bahasa Melayu yang digunakan di Singapura, Johor, Pahang, Selangor, hingga Malaka, karena memang sejak zaman pemerintahan kesultanan Riau Lingga dahulu Tanjungpinang sudah menjadi pusat budaya Melayu bersama Singapura. Selain itu, bahasa Tiochiu dan Hokkien juga banyak digunakan oleh suku Tionghoa di Kota sisi pekerjaan, sektor tersier seperti Perdagangan, Rumah Makan dan Hotel, Angkutan dan Komunikasi serta Jasa-jasa semakin mendominasi pasar kerja di Kota Tanjungpinang dengan persentase sebesar 80,19 persen. Kemudian diikuti oleh sektor sekunder Industri, Listrik Gas dan Air serta Konstruksi sebesar 15,10 persen. Sementara pekerja di Sektor Primer yang mencakup sektor Pertanian dan Pertambangan hanya sebesar 4,70 RAZIANTO MADAKerukunan Di Kepulauan Riau - Pelancong bertandang ke Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Sabtu 21/10/2017, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Tempat ibadah yang lebih dikenal sebagai Kuil Seribu Budha itu salah satu bukti keragaman masyarakat di Kepulauan Riau. Selama berabad-abad, Kepri menjadi salah satu daerah paling heterogen dan masyarakatnya tidak pernah mempersoalkan latar belakang suku, agama, atau golongan manusia di Kota Tanjungpinang terus menunjukkan kemajuan. Berdasarkan data dari BPS, indeks pembangunan manusia IPM Kota Tanjungpinang dalam 10 tahun terakhir nilainya selalu di atas angka 75. Pencapaian tersebut masih diatas IPM Provinsi Kepulauan Riau dan menempati urutan kedua di bawah Kota IPM Kota Tanjungpinang tersebut ditopang pula oleh komponennya. Umur harapan hidup tercatat 72,10 tahun. Kemudian di komponen pendidikan, harapan lama sekolah HLS tercatat 14,12 tahun sedangkan rata-rata lama sekolah RLS tercatat 10,25 tahun. Adapun pengeluaran per kapita sebesar Rp 15,49 bidang ketenagakerajan, penduduk yang termasuk angkatan kerja sebanyak orang, dengan tingkat kesempatan kerja sebesar 94,36 persen pada tahun 2019. Sekitar 37,10 persen merupakan bukan angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk Kota Tanjungpinang tahun 2019 adalah sebesar 62,90 pengangguran terbuka di Kota Tanjungpinang tahun 2020 sebesar 9,30 persen, meningkat dibanding tahun 2019 sebesar 5,64 persen. Peningkatan angka pengangguran ini tidak terlepas dari merebaknya pandemi Covid-19 yang berdampak pada lesunya ekonomi sepanjang tahun angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang pada tahun 2020 tercatat sebanyak 19,98 ribu atau 9,37 persen. Angka kemiskinan tersebut meningkat 0,34 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar 9,03 NURHANMelengkapi kegiatan Temu Sastra Indonesia III/2010 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, panitia menggelar bengkel sastra penulisan cerpen dan puisi bagi siswa SMP dan SMA Tanjung domestik regional bruto PDRB Kota Pangkalpinang pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 19,66 triliun. Dari total PDRB tersebut, perekonomian Kota Pangkalpinang terbesar ditopang oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 29 persen. Diikuti oleh Konstruksi sebesar 28,77 persen dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 11,31 sektor konstruksi, kendati kontribusinya terbesar kedua terhadap PDRB, namun dalam kurun lima tahun terakhir kontribusinya cenderung menurun. Sedangkan kontribusi sektor perdagangan cenderung naik dalam kurun waktu yang kontribusi di industri pengolahan sebesar 6,64 persen pada tahun 2020 dan cenderung tumbuh positif dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 2019, terdapat 17 perusahaan besar dan sedang dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak di kota ini. Sementara itu, industri berskala kecil tercatat sebanyak usaha. Dari jumlah itu, sebanyak usaha bergerak di industri makanan sedangkan industri non makanan sebanyak sisi keuangan daerah, total pendapatan Kota Tanjungpinang sebesar Rp 988,04 miliar. Dari jumlah tersebut, kontribusi dari pendapatan asli daerah PAD sebesar Rp 145,79 miliar, dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp 738,50 triliun serta pendapatan lain-lain sebesar Rp 103,75 RAZIANTO MADAWisata Bahari Kepulauan Riau - Para peserta lomba perahu naga beradu cepat di Sungai Carang, Jumat 20/10/2017. Festival tiga hari hingga Minggu 22/10 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau salah satu atraksi untuk menarik pelancong ke Kepulauan Riau. Wisata bahari salah satu andalan Kepri yang 95 persen wilayahnya berupa Tanjungpinang memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih dua mil dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pantai Trikora dengan pasir putihnya, dan Pantai Buatan yaitu Tepi Laut yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota waterfront city.Di Pulau Penyengat terdapat banyak bangunan bersejarah dan makam yang telah dijadikan situs cagar budaya. Di pulau ini juga dijumpai kelenteng atau vihara di kawasan Kampung Bugis dan Senggarang, yang sekaligus menjadi kawasan wisata religi. Wisata lainnya juga dapat ditemukan di Pantai Impian, Tugu Pensil, Tepi Lau, dan mendukung potensi pariwisata tersebut, pada tahun 2019, Kota Tanjungpinang telah memiliki 48 hotel yang 8 diantaranya hotel berbintang sedangkan 40 hotel lainnya hotel non bintang. Kegiatan promosi hotel juga terintegrasi dengan promosi destinasi pariwisata di kota ini. LITBANG KOMPASKOMPAS/KRIS RAZIANTO MADASiluet Pulau Penyengat, Tanjung Pinang menjelang matahari terbenam. Di pulau itu terdapat Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat. Masjid itu salah satu peninggalan Kesultanan Riau-Lingga yang ibukotanya berpindah beberapa kali di Kepulauan Kami menemukan banyak hasil, namun sebagian berada di luar Tanjung Pinang. Menampilkan hasil di beberapa kota sekitarnya. Batasi pencarian di Tanjung Pinang.

orang terkaya di tanjungpinang