RADARBANYUWANGI - Asal muasal nama Banyuwangi tak terpisahkan dari kisah Putri Sritanjung yang meninggal dibunuh suaminya, Sidapaksa. Namun, dalam buku cerita bergambar (cergam) karya budayawan Banyuwangi, Aekanu Hariyono, Putri Sritanjung dikisahkan hidup kembali. Sritanjung hidup kembali untuk membalas kekejian Raja Sindureja, Prabu Sulahkrama. NyiRoro Kidul adalah sosok legenda yang begitu populer di kalangan masyarakat Jawa dan Bali. Sosok ini digambarkan sebagai seorang ratu penguasa Watch Now. Orang ini MENANTANG Nyi Roro Kidul di Pantai Parang Tritis Lihat yang Terjadi Selanjutnya. Sebuah kisah nyata terjadi di Pantai Parang tritis. Artikelbahasa jawa tentang kebudayaan gotong royong di Indonesia - Gotong royong yaiku salah satunggal budaya bangsa ingkang ndamel Indonesia, dipuji dening bangsa benten amargi budayane ingkang unik uga kebak toleransi terna sesami manusia.Ini ugi ngrupikaken salah satunggal faktor ingkang ndamel Indonesia sanguh nyetunggal saking Sabang ngantos Merauke, mbasi benten agami, suku uga werni Denganmemanjatkan puji syukur kepada Allah Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul "Mengenal Suku Jawa" dengan lancar. Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman - teman GamelanJanger mendapat pengaruh dari gong kebyar Bali yang dibawa oleh warga Bali yang bermigrasi ke Banyuwangi. Sedangkan yang diserap dari etnik Jawa adalah unsur bahasa, tembang, dan gaya pemanggungan serta pada dialog, nyanyian. Unsur Banyuwangi tampak pada cerita yang disajikan, bahasa Using khususnya dalam adegan, gerak-gerak tari, lagu Ringkasancerita asal usul banyuwangi dalam bahasa jawa . Naskah drama legenda banyuwangi dalam bahasa jawa. Cerita rakyat jaka tarub dalam bahasa jawa jaka tarub yaiku satiyang pemuda gagah ingkang nggadhahi kesaktian. Surati menceburkan diri ke dalam sungai dan air sungai pun berubah . Sedangkan wangi atau harum direpresentasikan dengan kata . Cerita Rakyat Banyuwangi adalah legenda rakyat Indonesia yang akan Kakak ceritakan pada malam hari ini. Dongeng Banyuwangi akan menambah wawasan adik-adik mengenai cerita rakyat yang menjadi dasar penamaan suatu daerah. Kakak yakin adik-adik pasti suka dengan cerita rakyat asal usul banyuwangi ini. Pada zaman dahulu kala. Terdapat sebuah Kerajaan yang di pimpin oleh Raja yang sangat bijaksana dan adil. Raja tersebut mempunyai seorang Putra yang sangat tampan dan gagah, yang bernama Raden Banterang. Raden Banterang sangat gemar berburu. Suatu hari, Raden Banterang pergi berburu kedalam hutan. Ia di temani dengan Pengawal kerajaan. Di tengah perjalanan. Ia melihat seekor Kijang melintas di depannya. Ia pun segera mengejar Kijang tersebut hingga masuk ke dalam hutan belantara. Ia pun terpisah dari rombongan Pengawalnya tersebut. Raden Banterang terus mengejar KIjang tersebut. Ia semakin jauh masuk kedalam hutan. Ia pun tiba di sebuah sungai yang sangat jernih. Karena kelelahan mengejar Kijang, ia pun mendekati sungai tersebut dan meminum air jernih itu. Di saat ia asik meminum air. Tiba-tiba, ia sangat terkejut karena kedatang seorang gadis yang sangat cantik. Raden Banterang kebingungan, karena ia takut gadis cantik tersebut adalah penunggu hutan ini. Namun, ia memberanikan diri untuk mendekati gadis cantik tersebut. ’ Siapa kamu ? dari mana asalmu?’’ Tanya Raden Banterang. ’ Nama ku Surti, aku berasal dari Kerajaan Klungkung.’’ Jawab gadis itu. ’ Apa yang sedang kau lakukan di dalam hutan seorang diri?’’ Tanya Raden Banterang. ’ Saya berada di hutan ini karena menyelamatkan diri dari kejaran musuh. Ayah saya mati dalam pertempuran.’’ Kata Surti menjelaskan. Mendengar cerita Surti, Raden Banterang sangat terkejut. Karena merasa kasihan, Raden Banterang membawanya ke Istana. Surti pun ikut ke Istana bersama Raden Banterang. Karena kecantikan Surti, Raden Banterang pun jatuh cinta dan ingin meminangnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Mereka pun hidup bahagia. Namun, suatu hari. Putri Surti berjalan-jalan sendirian keluar Istana. Tiba-tiba, ia mendengar seseorang memanggil namanya. Ia pun mencari sumber suara tersebut. Ia pun melihat seorang Laki-laki yang berpakaian kumuh dan compang-camping. Putri Surti sangat terkejut, ternyata, Laki-laki di depannya adalah Kakak kandungnya sendiri yang bernama Rupaksa. Maksud dari kedatangan Kakaknya tersebut adalah untuk mengajak Putri Surti balas dendam. Karena Raden Banterang sudah membunuh ayahnya. Legenda Dongeng Cerita Rakyat Banyuwangi Putri Surti sangat terkejut mendengar cerita dari Kakaknya. Ia pun menceritakan bahwa dirinya sudah menjadi istri dari Raden Banterang. Ia pun menolak untuk membalas dendam dan memohon agar tidak mencelakai suaminya Raden Banterang. Mendengar cerita adiknya tersebut Rupaksa sangat marah. Namun, ia tidak memaksa dan memberikan sebuah ikat kepala kepada Surti. Rupaksa pun menyuruhnya untuk di simpan di bawah tempat tidurnya. Pertemuan Surti dengan kakaknya tidak diketahui oleh suaminya. Karena Raden Banterang sedang berburu ke hutan. Namun, suatu hari. Saat Raden Banterang berada dalam hutan, ia di kejutkan dengan kedatangan seorang Laki-laki yang berpakaian compang-camping menghampirinya. ’ Wahai Tuanku. Keselamatan mu berada balam bahaya. Istri mu Putri Surti merencanakan untuk membunuhmu suaminya sendiri. Tuan bisa membuktikannya sendiri, istrimu menyimpan sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat tidur. Ikat kepala itu adalah milik seorang Laki-laki yang di mintai tolong untuk membunuh Tuan.’’ Laki-laki itu menjelaskan. Mendengar penjelasan tersebut, Raden Banterang segera kembali ke Istana. Ia pun segera mencari ikat kepala yang sudah di ceritakan Laki-laki yang ia temui di dalam hutan. Ia pun sangat terkejut, karena ia menemukan ikat kepala tersebut. Raden Banterang takut keselamatannya terancam dan ia pun mencurigai istrinya. Maka, ia pun berniat untuk mencelakai istrinya sendiri. Putri Surti pun menjelaskan asal ikat kepala tersebut. Raden Banterang berniat untuk menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setibanya di sungai Raden Banterang menceritakan pertemuanya dengan seorang Laki-laki yang tidak di kenal ketika sedang berburu di hutan. Surati pun menceritakan pertemuannya dengan Kakaknya Rupaksa yang ingin membalaskan dendam kepada Raden Banterang. Setelah menjelaskan hal etrsebut. Tidak membuat hati Raden Banterang cair. Ia menganggap istrinya berbohong. Akhirnya, dengan rasa kecewa Putri Surti berkata. ’ Suamiku, Jika nanti setelah kematianku dan air sungai ini menjadi jernih dan berbau harum. Berarti aku tidak bersalah dan tidak mempunyai niat untuk mencelakai mu. Namun, jika air ini tetap keruh dan berbau busuk. Berarti aku bersalah.’’ Kata Surati menangis. Raden Banterang, menganggap apa yang di ucapkan istrinya adalah sebuah kebohongan. Maka, ia segera mengeluarkan Keris dan menusuk pinggang istrinya. Bersamaan dengan itu, Surati terjatuh ke tengah sungai dan hanyut terawa arus. Tidak lama setelah hanyutnya Surati, terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba, terciumlah bau yang sangat harum di sekitar sungai, airnya pun berubah menjadi sangat jernih. Raden Banterang gemetar dengan keajaiban tersebut. Melihat itu, Raden Banterang sanat menyesal dan meratapi kematian istrinya. Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi. Pesan moral dari Legenda Dongeng Cerita Rakyat Banyuwangi adalah jangan asal menuduh tanpa bukti yang jelas. Dengarkan penjelasan orang lain dan bandingkan dengan fakta-faktanya baru mengambil kesimpulan. Baca cerita rakyat Nusantara yang menarik seperti cerita rakyat asal usul Banyuwangi – Dongeng Banyuwangi pada artikel berikut ini Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Cerita Rakyat dan Pengertian Cerita Rakyat dan 3 Contoh Cerpen Rakyat Berikut adalah salah satu cerita rakyat Provinsi Jawa Timur yaitu legenda “Asal usul terbentuknya atau sejarah terjadinya kota banyuwangi” yang dikisahkan secara turun temurun. Sering pula dilantunkan sebagai sebuah dongeng untuk pengantar tidur anak-anak. Alkisah dahulu pada suatu masa, terdapatlah sebuah kerajaan di bagian timur pulau jawa. Penduduk yang berada di kerajaan ini memiliki taraf hidup yang baik karena dipimpin oleh raja yang baik pula. Sang raja memiliki seorang anak laki-laki atau pangeran. Dia adalah penerus kerajaan dan menjadi harapan bagi keluarga raja. Nama putra raja tersebut adalah Raden Banterang. Raden Banterang sangat sering berburu, karena dia menyukai kegiatan ini. Hingga pada suatu hari Putra Raja ini menyuruh pengawalnya untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk pergi berburu. Kemudian berangkatlah Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Mereka terus berjalan, semua menelusuri hutan dengan arah pandangan masing-masing. Tak diduga, ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya. Raden Banterang terus mengejar kijang tadi, tapi ternyata kijang tersebut bergerak cepat sehingga sang raden kehilangan jejak buruannya Dia terus mencari, berjalan kesana kemari, bahkan berlari dengan cepat. Hingga Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Berbagai usaha sudah dia lakukan, tapi binatang buruan itu tidak ditemukan. Matanya masih melihat ke kiri dan kanan, ke depan dan ke belakang. Raden akhirnya merasa haus dan sampailah pada di sebuah sungai yang sangat bening airnya. Dia sangat kagum melihat air yang jernih dan kelihatan bersih segar. Dengan segera Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Sekarang dia merasakan kesegaran yang luar biasa. Beberapa saat kemudian dia pun berniat meninggalkan sungat tersebut. Tapi baru saja beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita. Raden Banterang sangat heran melihat kejadian yang tidak diduga ini. Dia mengira bahwa gadis ini sangatlah cantik, sehingga membuatnya ragu apakah gadis tersebut benar-benar manusia. Dia diam sejenak, kemudian sang raden memberanikan diri mendekati sang gadis dan menanyakan apakah dia adalah betul-betul manusia. Dengan raut muka yang sedikit takut, sang gadis pun menjawab bahwa dia adalah manusia. Bukanlah mahluk kayangan atau penunggu hutan. Mendengar jawaban itu, lalu Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menjawab dengan sopan, Kemudian mereka pun berkenalan. Sang gadis memperkenalkan diri bahwa namanya adalah Surati yang berasal dari kerajaan Klungkung. Dia pun melanjutkan cerita dan asal mula dia berada di hutan ini. Dia menceritakan bahwa dia berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Wajah sang gadis terlihat sangat sedih. Dengan wajah sedih dia mengisahkan bahwa ayahnya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan dan membela rakyatnya. Setelah mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang menjadi sangat terkejut. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Akhirnya mereka sampai di istana Raden Banterang. Hari demi hari berlalu, mereka pun makin lama makin akrab. Mereka saling bercerita dan berbagi kisah. Setelah saling merasa cocok, maka tak lama kemudian mereka pun menikah. Kedua pasangan ini pun merasa sangat berbahagia, karena memiliki rumah tangga yang penuh cinta. Pada suatu hari puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. Tiba-tiba dia mendengar suara seorang laki-laki yang memanggil namanya. Awalnya sang putri merasa ragu dan heran karena laki-laki tersebut hanya berpakaian compang-camping. Tapi laki-laki tersebut terus memanggil namanya. Sang putri pun mulai berfikir, mungkin orang ini kenal dengan dirinya. Lalu dia pun mengamati wajah lelaki itu. Setelah memperhatikan dengan seksama, akhirnya sang putri baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Mereka pun saling bicara. Kemudian Rupaksa menceritakan tentang maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Demikian juga Surati, dia juga menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Mendengar cerita Surati, sang kakak Rupaksa menjadi marah mendengar jawaban adiknya. Tapi karena sadar bahwa adiknya berada dalam dilema, dia pun menjadi maklum. Dengan bijaknya, Rupaksa pun berniat untuk pergi lagi. Dia pun sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. Rupaksa pun berpesan pada adiknya bahwa ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat Surati adiknya. Untunglah perjumpaan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tanpa diduga, ketika Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. Lelaki itu pun berkata “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri” Dia pun menjelaskan “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan” Kemudian setelah menyampaikan hal itu, lalu lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Setelah itu Raden Banterang memutuskan untuk segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke tempat tidur istrinya. Raden Banterang kemudian mencari ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. Dia pun berkata pada istrinya “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” “Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.” Sang istri pun menjawab dengan tenang “Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” Tapi sayang, Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya. Kemudian Raden Banterang mempunyai niat jahat. Dia punya rencana untuk menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Mendengar itu, Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Tapi apa dikata, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. Dia masih tetap marah dan murka. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan. Surati pun melanjutkan “Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolak!” Walau sudah mendengar pernyataan yang jujur dari istrinya, hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Dengan murkanya, Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang. Beberapa saat kemudian, lalu terjadi sebuah keajaiban. Bau wangi dan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. Raden Banterang pun hanya bisa bersedih dan berkata “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Hatinya terasa hancur. Raden Banterang merasa sangat menyesal. Kemudian dia menangis sekeras-kerasnya mendapati istrinya sudah meninggal. Sekarang dia jadi sadar, bahwa atas kesombongan dan kebodohannya telah membuatnya kehilangan istri yang baik dan berbakti. Tapi semua sudah terlambat, dia hanya menyesal setelah semuanya terjadi. Sekarang dia tidak bisa lagi bertemu dengan istrinya yang cantik. Mulai saat itu, sungai tersebut tetap menjadi wangi dan harum baunya. Jadi masyarakat menyebutnya sungai wangi, atau dalam bahasa jawa disebut Banyuwangi. Kata banyu berarti air, dan kata wangi artinya harum. Dari perpaduan 2 kata tersebut terbentuklah kata Banyuwangi, yang merupakan nama dari Kota Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur. Originally posted 2013-12-01 171753. Republished by Blog Post Promoter 75% found this document useful 4 votes14K views4 pagesDescriptionCerita rakyat terbaik di IndonesiaCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?75% found this document useful 4 votes14K views4 pagesNaskah Drama Asal Usul Kota BanyuwangiJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Sugeng sonten rencang sedaya, pada kesempatan sore hari ini cerita legenda bahasa jawa dengan judul Banyuwangi akan mewarnai kumpulan cerita dalam blog ini. Bagaimana kisah tersebut dapat kita simak di bawah ini. Cerita legenda bahasa jawa, Kedadean Banyuwangi Ing jaman riyen wonten tlatah Jawa Timur gesang Raja lan Permaisuri ingkang sami-sami tresna. Kados pundikemawon permaisuri menika ugi anggadahi paras engkang ayu lan gemati dening keluargi. Gejaba menika piyambake ugi setiya sanget dening garwanipun. Wonten sawijining dinten, Raja nduwe pangangkah kesah datheng ngalas konjuk berburu menjangan utawi sangsam. Raja banjur bidhal kanti rencangi para pengawale. Saksampune dangu wonten ngalas, Raja banjur kondur datheng kraton. Permaisuri bungah sanget nalika ningali Raja kondur. Ilustrasi Cerita Bahasa Jawa Banyuwangi Permaisuri caos pirsa dateng Raja menawi sakjroning Raja kesah wonten tami saking keraton sanes. Nanging nalikaning Raja badhe memoni tamu punika, dumadakan Raja mireng menawi tamu kesebat akrab sanget dening Permaisuri. Kedadean menika anggawe Raja duka uga cemburu lan nuduh Permaisuri sampun selingkuh kaliyan tamu punika. Permaisuri mitadosaken Raja menawi punika mboten leres. Nanging Raja tetap mboten percaya marang Permaisuri. Sinambi nangis banjir eluh Permaisuri criyos “Rama, kula kersa mbuktikaken menawi kula mboten salah, Kula badhe nyemplung wonten kali wingking keraton, menawi mangke toya kali punika mambu busuk, nandake tuduhan Rama dateng kula menika leres. Nanging, menawi toya kali punika wangi, nandake tuduhan dening kula mboten leres, “wilujeng tilar Rama”. Sakwise kedadean kesebat, kali panggen tilaripun Permaisuri punika dipunsukani nami “BANYUWANGI”. Begitulah cerita legenda bahasa jawa yang mengisahkan tentang asal usul Banyuwangi. Semoga dapat menambah wawasan sekaligus menghibur kita semua. klik untuk menyimak Banyuwangi adalah nama sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia memiliki cerita asal usul dari sebuah Legenda Banyuwangi yang akan diceritakan dalam bahasa inggris ini. Banyuwangi terletak di bagian timur pulau Jawa, di samping Bali memiliki. Di antara Banyuwangi dan pulau Bali terdapat Selat Bali yang memisahkan keduanya. Budaya Banyuwangi adalah budaya yang unik karena merupakan perpaduan antara budaya Jawa, Bali dan Madura. Berikut adalah legenda Banyuwangi dalam bahasa inggris tentang cerita asal mula of Banyuwangi Long time ago Banyuwangi was called Blambangan. It was a kingdom under a wise king who had a handsome and smart son. Raden Banterang was his name. He liked hunting very much. He often went to forest around Blambangan to hunt for animals. One day when he was in a forest he saw a deer. He chased it and the deer ran deeper into the forest. His horse was so good and strong that he left his guards behind. Unfortunately he lost the deer. As he took a rest under a big banyan tree suddenly a lovely lady appeared in front of him. Raden Banterang was very surprised to see a beautiful girl alone in the forest. He was suspicious that she was not a human being. So he asked her. Excuse me lovely lady, do you live around here?’No, I don’t. I’m from Klungkung, Bali. My name is Surati. I’m a princess, the daughter of the king of Klungkung. I need your help’I will gladly help you, but please tell me what your problem is’I’m in danger. There was a rebellion in Klungkung. The rebel killed my father but I could escape. My guards took me here but I lose them. Now I’m alone. I don’t know where to go. I have no relative here. Please help me’You are coming to the right person. I’m prince Banterang from the kingdom of Blambangan. I will protect you. Please come with me.’Then Raden Banterang took Surati home. He fell in love with her and then several months later he married her. One day when Surati was in the street he met a man. The man called him. Surati, Surati’She was surprised to realize that the man was her brother Rupaksa. Rupaksa told her that it was Raden Banterang who killed their father. He came to Blambangan to take revenge and asked surati to join him. Surati was shocked but she refused to join. I’m really shocked to hear the news. But I’m not sure. Raden Banterang is now my husband. He’s very kind to me. He never hurts me. He’s protecting me. As a good wife I will never betray him. It is my duty to serve him.’But he killed our father’.It is hard for me to believe it. When I met him he was here, not in Klungkung’ Rupaksa was disappointed with her sister. He was also very angry to her. OK then. I have to go now. But please keep my head dress. Put it under your pillow’ Rupaksa gave his head dress to his sister Surati. To respect her older brother Surati put it under her pillow. Several days later Raden Banterang was hunting in a forest when he met a man that looked like a priest. The man greeted him politely. Then he said something. Your life is in danger. Someone has an evil intention to you’ Who is he?’“Your wife Surati’“Surati? How do you know?’I am a priest. I have clear spiritual vision. I just want to save you. Search her room. If you find a head dress under her pillow then my words are correct. It is from a man who will help her kill you’Thank you your Holiness’Raden Banterang was shocked. He was very angry to his wife then he immediately went home. When he got to the palace he immediately searched Surati’s bed room. As he found the head dress under her pillow he was sure that the priest was right. You are unfaithful wife. I know that you want me dead. This is the evidence. This is from a man who will help you kill me. Tell me who he is’Surati was shocked and cried.It is my brother’s head dress. I met him several days ago when you went hunting. He gave me his head dress and told me to put it under my pillow. So I put it there to respect him. It is him who want to kill you, not me’But Raden Banterang did not trust her. He gave her a death sentence. He took his wife to a river bank as he would stab his wife and throw her body into the river. Before I die, let me say a few words’Please do’After I die, just throw my body into the river. If the water become dirty and smelly, it means that I am guilty. But if the water become clear and fragrance come out of it, it means that I am innocence’.Then as Raden Banterang would stab her wife with a kris Surati threw herself into the river. Amazingly the water became clear and fragrance came out of it. Surati was innocent! Raden Banterang regretted his emotional behavior. Since then on he changed the name of his kingdom into Banyuwangi. Banyu means water and Wangi means yang dapat dipetik dari Legenda Banyuwangi dalam bahasa inggris diatas ialah janganlah mudah percaya pada seseorang. Emosi sesaat bisa membutakan pikiran kita, bahkan sampai menimbulkan tindak yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain di sekitar. Kajilah terlebih dahulu apa yang kita dapat, lalu bertindak secara rasional merupakan jalan keluar terbaik dari masalah yang kita hadapi. Legenda banyuwangi dalam bahasa inggris ini meski singkat tapi penuh makna Peninggalan jajahan pun masih tersimpan, setidaknya dalam pemilihan judul Kruid yang berasal dari bahasa Belanda dan berarti rempah-rempah dalam bahasa Indonesia yang ternyata juga berperan sebagai ironi. Seolah lidah Rae sebagai penyair juga merasakan efek samping dari sejarah panjang penjajahan terhadap kesusastraan Indonesia. Apabila Martin Suryajaya harus menggunakan kecerdasan buatan untuk menggabungkan gaya kepenyairan, Rae Fadillah hanya membutuhkan kepekaan dan pembacaan kritis terhadap aspek-aspek gaya penulis para penyair terdahulu. Dia menjadi antitesis dari apa yang diungkapkan Harold Bloom tentang The Anxiety of Influence sebab dia mampu menciptakan distorsi terhadap anxiety dari pengaruh penyair terdahulunya secara samar, acak, lebur, dan akhirnya tidak dapat tertebak dengan mudah. Dengan demikian, dapat saya katakan Kruid bagi saya semacam jamu oplosan dari gaya para penyair terdahulu yang menjadi rempah-rempah penyedap di dalam puisi-puisi Rae Fadillah. * - Judul Kruid Penulis Rae Fadillah Penerbit Talas Press Tahun 2023 Tebal 34 halaman Terkini Minggu, 4 Juni 2023 0808 WIB

cerita banyuwangi dalam bahasa jawa